Hari menjelang malam, namun
utusan Sang Ratu yang ditunggu-tunggu untuk menjemputnya tak kunjung datang.
Sedang kondisi Sahrul sedari tadi tak kunjung berubah. Tak pernah dia mengalami
ereksi yang begitu lama seperti ini. Sudah dicobanya untuk melakukan sesuatu secara
swalayan sebelum bertemu Sang Ratu. Namun usahanya itu tidak mengurangi
hasratnya untuk berhubungan dengan seorang wanita.
Menjelang malam, dimana
semua orang sudah banyak yang tertidur, Sahrul dikejutkan oleh bau harum
menyengat yang menusuk hidungnya. Diingat-ingatnya bau harum yang menusuk
hidungnya itu entah dimana dia pernah merasakannya. Namun selalu gagal. Aroma
itu memang pernah singgah dihidungnya, namun sulit bagi Sahrul untuk mengingat
situasi yang dialaminya itu.






